Minggu, 17 Maret 2013

KISWA PTK IPA; Pengangkutan air pada tumbuhan


PROPOSAL PTK

UPAYA PENINGKATAN  PEMAHAMAN KONSEP PENGANGKUTAN AIR
PADA TUMBUHAN SISWA KELAS VIII
SMPK ST. ANTONIUS SUMBERPUCUNG
DENGAN PENGGUNAAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF





OLEH
RUTH TJAHJOWATI
NIP 1641 / YK








SMP KATOLIK ST. ANTONIUS
JL. SERSAN SUYITNO 24 SUMBERPUCUNG
KABUPATEN MALANG PROPINSI JAWA TIMUR
TAHUN 2009

PENDAHULUAN

A.    LATAR BELAKANG MASALAH
Mata Pelajaran Biologi yang harus disampaikan pada siswa memiliki dua aspek. Aspek pertama merupakan aspek produk Biologi. Pada aspek ini meliputi materi-materi Biologi yang berupa konsep-konsep dasar dan teori-teori yang terdapat pada pelajaran Biologi. Aspek ini tercantum dalam Garis-garis Besar Program Pengajaran (GBPP)  Mata Pelajaran Biologi, sehingga jelas batasan-batasan yang harus disampaikan pada siswa. Aspek kedua merupakan proses Biologi. Aspek ini merupakan proses bagaimana produk-produk Biologi itu ditemukan.
Sebagai guru yang professional, kedua aspek ini harus disampaikan pada siswa melalui kegiatan belajar mengajar. Kedua aspek ini dapat disampaikan dengan memilih berbagai macam pendekatan, metode dan strategi. Dengan memiliki kedua aspek tersebut, siswa diharapkan akan mampu memahami konsep-konsep dan teori-teori yang terdapat dalam Biologi. Selain itu siswa akan memiliki sikap ilmiah, seperti sikap ilmiah yang dimiliki ahli-ahli biologi. Sikap ilmiah ini juga bermanfaat bagi kehidupan siswa sendiri. Bila  kedua aspek ini disampaikan dengan tepat, tidak menutup kemungkinan akan muncul ahli-ahli ilmu Biologi dianatara anak didik pada masa yang akan datang.
Akan tetapi pada kenyataannya, karena sesuatu hal dengan berbagai macam alasan, guru hanya asyik menyampaikan produk-produk biologi saja. Guru hanya berceramah, siswa mendengarkan dan siswa dituntut untuk menghafalkan penjelasan guru. Akibatnya timbullah masalah-masalah dalam pelajaran Biologi. Berdasarkan pengalaman peneliti, masalah-masalah  yang timbul dalam proses kegiatan belajar mengajar Biologi itu antara lain :
1.      Kemampuan siswa dalam pemahaman konsep Biologi sangat rendah.
2.      Kesulitan guru dalam menyampaikan materi / konsep pada siswa.
3.      Siswa sulit menerima konsep dari guru.
4.      Siswa tidak aktif pada proses kegiatan belajar mengajar.
5.      Kecenderungan siswa menghafal materi
6.      Kecenderungan guru hanya menggunakan metode ceramah Biologi.
7.      Kecenderungan siswa tidak berani menyampaikan pendapat dan malu bertanya.
8.      Kecenderungan guru mendominasi kegiatan belajar mengajar.
9.      Kurangnya motivasi siswa dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar Biologi.
Dengan munculnya banyak masalah tersebut, perlu sekali pemecahan untuk mengatasi. Salah satu alternatif untuk mengatasi permasalahan itu adalah dengan Penelitian Tindakan Kelas dengan judul “ Upaya Peningkatan Pemahaman Konsep Pengangkutan Air pada Tumbuhan Siswa Kelas VIII SMPK St. Antonius Sumberpucung Dengan Pembelajaran Kooperatif”. Dari hasil penelitian ini diharapkan prestasi belajar siswa dapat meningkat.


B.     RUMUSAN MASALAH
Rumusan masalah Penelitian Tindkan Kelas ini adalah :
1.      Bagaimana meningkatkan pemahaman siswa tentang konsep pengangkutan air pada tumbuhan ?
2.      Bagaimana respon siswa terhadap “Pembelajaran Kooperatif” ?
3.      Bagaimana situasi kegiatan belajar mengajar dengan menggunakan “Pembelajaran Kooperatif” ?

C.    TUJUAN PENELITIAN
Pada dasarnya tujuan penelitian ini adalah :
1.      Meningkatkan pemahaman siswa terhadap konsep pelajaran Biologi.
2.      Mengetahui tanggapan / respon siswa terhadap “Pembelajaran Kooperatif” pada mata pelajaran Biologi.
3.      Melatih siswa bersikap ilmiah.
4.      Melatih siswa nekerja sama untuk mempelajari suatu konsep.
5.      Melatih siswa berani mengemukakan pendapat, bertanya dan berdiskusi.

D.    HIPOTESIS TINDAKAN
Dengan model pembelajaran kooperatif dapat meningkatkan pemahaman konsep Biologi untuk siswa kelas VIII SMPK St. Antonius Sumberpucung.


E.     MANFAAT PENELITIAN
Manfaat yang diharapkan dari hasil Penelitian  Tindakan Kelas ini adalah :
1.      Meningkatkan kemampuan siswa dalam memahami konsep Biologi
2.      Menciptakan situasi belajar mengajar yang menyenangkan.
3.      Siswa memiliki kreatifitas untuk menemukan konsep.
4.      Siswa mempunyai keberanian dalam mengemukakan pendapat.
5.      Siswa mempunyai pengalaman dalam menemukan konsep-konsep baru pada pelajaran Biologi.
6.      Guru lebih mudah mengelola kelas dan mengurangi “teacher center”.

F.     BATASAN ISTILAH
1.      Materi atau konsep Biologi pada penelitian ini merupakan sejumlah pengetahuan, kemampuan/ketrampilan dan sikap/nilai ilmiah yang harus dimiliki oleh siswa SMP. Materi Biologi ini tercantum pada Kurikulum Pendidikan Dasar 1994 yang termuat pada Garis-garis Besar Program Pengajaran (GBPP) SMP Mata Pelajaran IPA pada siswa kelas VIII semester Genap dengan Bahan kajian “Sistem dalam kehidupan tumbuhan” dan Kompetensi Dasar :
            Mengidentifikasi struktur dan fungsi jaringan tumbuhan. Dengan indicator :
Mengamati proses pengangkutan air pada tumbuhan.
Mengamati faktor-faktor yang mempengaruhi proses pengangkutan air.
2.      Pembelajaran kooperatif adalah pembelajaran yang melatih siswa bisa bekerja sama. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan sekumpulan instrument yaitu Lembar Kerja Siswa (LKS), Penilaian produk, penilaian kinerja, latihan-latihan soal, bahan diskusi dan Rencana Pelajaran (RP).

G.    METODE PENELITIAN
1.      Obyek Penelitian
a.      Obyek penelitian adalah siswa kelas VIII SMPK St. Antonius Sumberpucung, semester genap tahun pelajaran 2008/2009 (bulan Pebruari s.d. Maret 2009).
b.      Lokasi Penelitian
SMPK St. Antonius Sumberpucung, Jalan Sersan Suyitno 24 Sumberpucung, kecamatan Sumberpucung, kabupaten Malang.
2.      Sarana Pengumpulan Data
Sarana Pengumpulan Data dengan :
a.      Rencana Pelajaran (RP).
b.      Alat dan Bahan yang sesuai dengan Lembar Kerja Siswa (LKS).
3.      Alat dan Teknik Pengumpulan Data
a.      Alat pengumpul data yang digunakan meliputi :
1)     Buku catatan siswa
2)     Buku Tugas Siswa
3)     Hasil Produk
4)     Penilaian Kerja
5)     Lembar Kerja Siswa (LKS)
b.      Teknik Pengumpulan Data
1)     Pemberian Test Tulis
Test ini digunakan untuk mengetahui hasil belajar siswa setelah mendapat materi dari satu kompetensi dasar.
2)     Penilaian Kinerja (Autentik Assesment)
Penilaian ini digunakan untuk mengetahui kemajuan belajar siswa yang diperoleh dari sepanjang proses pembelajaran. Karena itu penilaian tidak hanya dilakukan pada akhir periode tetapi dilakukan secara terintegrasi dari kegiatan pembelajaran.
3)     Penilaian produk
Produk yang dimaksud adalah produk yang merupakan hasil karya siswa. Penilaian produk dilakukan dengan menggunakan rubrik dan diisi setelah siswa selesai mengerjakan LKS.
4)     Angket
Angket digunakan untuk mengetahui tanggapan siswa pada kegiatan belajar mengajar dengan menggunakan pendekatan pembelajaran kooperatif. Dari angket dapat diketahui prosentasi dari setiap indicator yang dibuat peneliti.
4.      Teknik Analisis Data
a.      Analisis Tes
b.      Analisis Penilaian Kinerja
c.      Analisis Produk
d.      Analisis Angket
5.      Siklus Penelitian
Langkah-langkah yang ditempuh melalui siklus Penelitian Tindakan Kelas (PTK) pada penelitian ini adalah :
a.      Siklus I
1)     Perencanaan
Kegiatan yang dilakukan pada tahap perencanaan ini adalah : Pengambilan nilai awal sebagai variabel bebas sebelum melakukan tindakan pembelajaran dengan metode pembelajaran kooperatif adalah berupa :
a)     Berdasarkan nilai raport kelas VII, membuat kelompok belajar dengan membagi siswa berkemampuan tinggi, sedang dan rendah.
b)     Mengatur jumlah jenis kelamin pada tiap kelompok.
c)     Menyusun RP yang sesuai dengan sub konsep (KD).
d)     Membuat LKS sesuai dengan KD.
e)     Membuat penilaian kinerja dan penilaian produk yang sesuai dengan LKS.
f)      Menyiapkan alat dan bahan seperti pada Lembar Kerja Siswa.
2)     Pelaksanaan
a)     Persiapan sebelum mengajar
(1)        Membagi siswa dalam kelompok dengan membagi rata antara siswa berkemampuan tinggi, sedang dan rendah.
(2)        Menyiapkan alat dan bahan yang sesuai dengan LKS.
b)     Kegiatan Belajar Mengajar
(1)        Kegiatan pendahuluan
(2)        Kegiatan inti
(3)        Kegiatan akhir
3)     Pengamatan
Pelaksanaan pengamatan melibatkan kolaborator yang bertugas memantau kesesuaian pelaksanaan pembelajaran dengan yang direncanakan.
4)     Refleksi
Dari hasil pengamatan selama proses pembelajaran, setelah diberikan perlakuan-perlakuan pada siklus I dilakukan refleksi dan selanjutnya ditindak lanjuti dengan siklus II

b.      Siklus II
Siklus II ini dilakukan sebagai kelanjutan dari siklus I, karena siklus I dimungkinkan masih banyak  kekurangan atau kelemahan. Tindakan yang harus dilakukan pada siklus II adalah sebagai berikut :
1)     Refleksi awal
a)     Dalam refleksi awal guru mengelola dan mengatur kegiatan siswa dalam berdiskusi dan berkelompok
b)     Meneliti keahlian siswa dalam mengajukan pertanyaan, ide dan gagasan antar anggota kelompok.
c)     Meneliti penguasaan materi siswa dan kerjasamanya dalam kelompok.
2)     Perencanaan
Pada siklus II ini, guru menyusun Rencana Pelajaran (RP) sesuai dengan hasil refleksi siklus I. Pelaksanaan pada siklus II ini, guru menyusun RP sesuai dengan hasil refleksi siklus I.
a)     Persiapan sebelum mengajar
Menyiapkan LKS dan alat/bahan yang sesuai dengan LKS.
b)     Kegiatan Belajar Mengajar
(1)        Pendahuluan
Guru menyampaikan apersepsi, motivasi, konsep yang akan dipelajari dan tujuan pembelajaran.
(2)        Kegiatan Inti
Guru mengatur posisi tempat duduk siswa dengan berkelompok atau membimbing siswa dalam mengerjakan LKS.


(3)        Kegiatan Akhir
Setelah selesai praktikum dan mengerjakan LKS siswa melakukan kegiatan presentasi. Guru membimbing dan memberi penghargaan pada hasil belajar siswa.
3)     Pengamatan
Pelaksanaan melibatkan kolaborator yang bertugas memantau kesesuaian pelaksanaan pembelajaran yang direncanakan.
4)     Refleksi
Dengan melaksanakan tindakan siklus II ini peneliti mengambil kesimpulan.

H.    ANALISIS DATA
Data yang terkumpul pada tiap siklus dianalisis. Data yang terkumpul bersifat kualitatif dan kuantitatif yang terdiri dari :
1.      Temuan-temuan refleksi awal.
2.      Hasil penilaian proses.
3.      Hasil ulangan harian.
4.      Angket siswa.
I.       KAJIAN PUSTAKA
1.      Pengertian Mata Pelajaran Biologi
Mata pelajaran Biologi adalah salah satu mata pelajaran sains yang dapat mengembangkan kemampuan berpikir analistis, deduktif dengan menggunakan berbagai peristiwa alam dan penyelesaian masalah baik secara kualitatif maupun kuantitatif.
2.      Fungsi dan Tujuan Mata Pelajaran Biologi
a.      Menanamkan keyakinan terhadap kebesaran Tuhan Yang Maha Esa.
b.      Memupuk sikap ilmiah.
c.      Menerapkan metode ilmiah melalui percobaan atau eksperimen.
d.      Mengembangkan kemampuan berfikir analisis, deduktif dengan berbagai konsep biologi.
3.      Hakekat Belajar Sains
Hakekat belajar sains adalah mengembangkan sejumlah kompetensi adaptif yang terkait dengan perubahan kondisi kini dan masa depan.

J.      JADWAL PENELITIAN TINDAKAN KELAS
No
Uraian Kegiatan
Pebruari 2009
Maret
Ket.
1
2
3
4
1
2
3
4
1
Persiapan
V








2
Pembuatan Proposal

V







3
Perencanaan

V







4
Siklus I


V






5
Refleksi dan Analisis



V
V




6
Siklus II





V



7
Refleksi dan Analisis






V
V


DAFTAR PUSTAKA

Depdikbud (1993), Garis-Garis Besar Program Pengajaran (GBPP) SLTP Mata pelajaran Biologi, Jakarta: Depdikbud
Depdikbud (1999), Kamus Besar Bahasa Indonesia, Jakarta: Balai Pustaka
Ibrahim, Muslimin, dkk (2000), Pembelajaran Kooperatif, Surabaya: Pusat Sains dan Matematika Sekolah Program Pasca Sarjana Unesa
Nur Muhammad (2003), Contoh Silabus Kurikulum Berbasis Kompetensi, Surabaya: Pusat Sains dan Matematika Sekolah Program Pasca Sarjana Unesa
Soetarmi Sitti (1994), Buku Pelajaran SMU Biologi Jilid 2A, Jakarta: Airlangga
Sumarman (1999), IPA Biologi SLTP Kelas 2, Jakarta: Airlangga

Tidak ada komentar:

Posting Komentar