PROPOSAL PTK

UPAYA PENINGKATAN
PEMAHAMAN KONSEP PENGANGKUTAN AIR
PADA TUMBUHAN SISWA KELAS VIII
SMPK ST. ANTONIUS SUMBERPUCUNG
DENGAN PENGGUNAAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF
OLEH
RUTH TJAHJOWATI
NIP 1641 / YK
SMP KATOLIK ST.
ANTONIUS
JL. SERSAN SUYITNO 24 SUMBERPUCUNG
KABUPATEN MALANG PROPINSI JAWA TIMUR
TAHUN 2009
PENDAHULUAN
A.
LATAR BELAKANG MASALAH
Mata Pelajaran Biologi yang harus disampaikan pada
siswa memiliki dua aspek. Aspek pertama merupakan aspek produk Biologi. Pada
aspek ini meliputi materi-materi Biologi yang berupa konsep-konsep dasar dan
teori-teori yang terdapat pada pelajaran Biologi. Aspek ini tercantum dalam
Garis-garis Besar Program Pengajaran (GBPP)
Mata Pelajaran Biologi, sehingga jelas batasan-batasan yang harus disampaikan
pada siswa. Aspek kedua merupakan proses Biologi. Aspek ini merupakan proses
bagaimana produk-produk Biologi itu ditemukan.
Sebagai guru yang professional, kedua aspek ini harus
disampaikan pada siswa melalui kegiatan belajar mengajar. Kedua aspek ini dapat
disampaikan dengan memilih berbagai macam pendekatan, metode dan strategi.
Dengan memiliki kedua aspek tersebut, siswa diharapkan akan mampu memahami
konsep-konsep dan teori-teori yang terdapat dalam Biologi. Selain itu siswa
akan memiliki sikap ilmiah, seperti sikap ilmiah yang dimiliki ahli-ahli
biologi. Sikap ilmiah ini juga bermanfaat bagi kehidupan siswa sendiri.
Bila kedua aspek ini disampaikan dengan
tepat, tidak menutup kemungkinan akan muncul ahli-ahli ilmu Biologi dianatara
anak didik pada masa yang akan datang.
Akan tetapi pada kenyataannya, karena sesuatu hal
dengan berbagai macam alasan, guru hanya asyik menyampaikan produk-produk
biologi saja. Guru hanya berceramah, siswa mendengarkan dan siswa dituntut
untuk menghafalkan penjelasan guru. Akibatnya timbullah masalah-masalah dalam
pelajaran Biologi. Berdasarkan pengalaman peneliti, masalah-masalah yang timbul dalam proses kegiatan belajar
mengajar Biologi itu antara lain :
1.
Kemampuan siswa dalam pemahaman konsep Biologi sangat rendah.
2.
Kesulitan guru dalam menyampaikan materi / konsep pada siswa.
3.
Siswa sulit menerima konsep dari guru.
4.
Siswa tidak aktif pada proses kegiatan belajar mengajar.
5.
Kecenderungan siswa menghafal materi
6.
Kecenderungan guru hanya menggunakan metode ceramah Biologi.
7.
Kecenderungan siswa tidak berani menyampaikan pendapat dan
malu bertanya.
8.
Kecenderungan guru mendominasi kegiatan belajar mengajar.
9.
Kurangnya motivasi siswa dalam mengikuti kegiatan belajar
mengajar Biologi.
Dengan munculnya banyak masalah tersebut, perlu sekali
pemecahan untuk mengatasi. Salah satu alternatif untuk mengatasi permasalahan
itu adalah dengan Penelitian Tindakan Kelas dengan judul “ Upaya Peningkatan
Pemahaman Konsep Pengangkutan Air pada Tumbuhan Siswa Kelas VIII SMPK St.
Antonius Sumberpucung Dengan Pembelajaran Kooperatif”. Dari hasil penelitian
ini diharapkan prestasi belajar siswa dapat meningkat.
B.
RUMUSAN MASALAH
Rumusan
masalah Penelitian Tindkan Kelas ini adalah :
1.
Bagaimana meningkatkan pemahaman siswa tentang konsep
pengangkutan air pada tumbuhan ?
2.
Bagaimana respon siswa terhadap “Pembelajaran Kooperatif” ?
3.
Bagaimana situasi kegiatan belajar mengajar dengan
menggunakan “Pembelajaran Kooperatif” ?
C.
TUJUAN PENELITIAN
Pada dasarnya
tujuan penelitian ini adalah :
1.
Meningkatkan pemahaman siswa terhadap konsep pelajaran
Biologi.
2.
Mengetahui tanggapan / respon siswa terhadap “Pembelajaran
Kooperatif” pada mata pelajaran Biologi.
3.
Melatih siswa bersikap ilmiah.
4.
Melatih siswa nekerja sama untuk mempelajari suatu konsep.
5.
Melatih siswa berani mengemukakan pendapat, bertanya dan
berdiskusi.
D.
HIPOTESIS TINDAKAN
Dengan model
pembelajaran kooperatif dapat meningkatkan pemahaman konsep Biologi untuk siswa
kelas VIII SMPK St.
Antonius Sumberpucung.
E.
MANFAAT PENELITIAN
Manfaat yang
diharapkan dari hasil Penelitian
Tindakan Kelas ini adalah :
1.
Meningkatkan kemampuan siswa dalam memahami konsep Biologi
2.
Menciptakan situasi belajar mengajar yang menyenangkan.
3.
Siswa memiliki kreatifitas untuk menemukan konsep.
4.
Siswa mempunyai keberanian dalam mengemukakan pendapat.
5.
Siswa mempunyai pengalaman dalam menemukan konsep-konsep baru
pada pelajaran Biologi.
6.
Guru lebih mudah mengelola kelas dan mengurangi “teacher center”.
F.
BATASAN ISTILAH
1.
Materi atau konsep Biologi pada penelitian ini merupakan
sejumlah pengetahuan, kemampuan/ketrampilan dan sikap/nilai ilmiah yang harus
dimiliki oleh siswa SMP. Materi Biologi ini tercantum pada Kurikulum Pendidikan
Dasar 1994 yang termuat pada Garis-garis Besar Program Pengajaran (GBPP) SMP
Mata Pelajaran IPA pada siswa kelas VIII semester Genap dengan Bahan kajian
“Sistem dalam kehidupan tumbuhan” dan Kompetensi Dasar :
Mengidentifikasi struktur dan fungsi jaringan tumbuhan.
Dengan indicator :
Mengamati proses
pengangkutan air pada tumbuhan.
Mengamati faktor-faktor
yang mempengaruhi proses pengangkutan air.
2.
Pembelajaran kooperatif adalah pembelajaran yang melatih
siswa bisa bekerja sama. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan sekumpulan
instrument yaitu Lembar Kerja Siswa (LKS), Penilaian produk, penilaian kinerja,
latihan-latihan soal, bahan diskusi dan Rencana Pelajaran (RP).
G.
METODE PENELITIAN
1.
Obyek Penelitian
a.
Obyek penelitian adalah siswa kelas VIII SMPK St. Antonius
Sumberpucung, semester genap tahun pelajaran 2008/2009 (bulan Pebruari s.d.
Maret 2009).
b.
Lokasi Penelitian
SMPK St. Antonius Sumberpucung,
Jalan Sersan Suyitno 24 Sumberpucung, kecamatan Sumberpucung, kabupaten Malang.
2.
Sarana Pengumpulan Data
Sarana
Pengumpulan Data dengan :
a.
Rencana Pelajaran (RP).
b.
Alat dan Bahan yang sesuai dengan Lembar Kerja Siswa (LKS).
3.
Alat dan Teknik
Pengumpulan Data
a.
Alat pengumpul data yang digunakan meliputi :
1) Buku catatan siswa
2) Buku Tugas Siswa
3) Hasil Produk
4) Penilaian Kerja
5) Lembar Kerja Siswa (LKS)
b.
Teknik Pengumpulan Data
1) Pemberian Test Tulis
Test ini
digunakan untuk mengetahui hasil belajar siswa setelah mendapat materi dari
satu kompetensi dasar.
2) Penilaian Kinerja (Autentik Assesment)
Penilaian ini
digunakan untuk mengetahui kemajuan belajar siswa yang diperoleh dari sepanjang
proses pembelajaran. Karena itu penilaian tidak hanya dilakukan pada akhir
periode tetapi dilakukan secara terintegrasi dari kegiatan pembelajaran.
3) Penilaian produk
Produk yang
dimaksud adalah produk yang merupakan hasil karya siswa. Penilaian produk
dilakukan dengan menggunakan rubrik dan diisi setelah siswa selesai mengerjakan
LKS.
4) Angket
Angket
digunakan untuk mengetahui tanggapan siswa pada kegiatan belajar mengajar
dengan menggunakan pendekatan pembelajaran kooperatif. Dari angket dapat
diketahui prosentasi dari setiap indicator yang dibuat peneliti.
4.
Teknik Analisis Data
a.
Analisis Tes
b.
Analisis Penilaian Kinerja
c.
Analisis Produk
d.
Analisis Angket
5.
Siklus Penelitian
Langkah-langkah
yang ditempuh melalui siklus Penelitian Tindakan Kelas (PTK) pada penelitian
ini adalah :
a.
Siklus I
1) Perencanaan
Kegiatan yang
dilakukan pada tahap perencanaan ini adalah : Pengambilan nilai awal sebagai
variabel bebas sebelum melakukan tindakan pembelajaran dengan metode
pembelajaran kooperatif adalah berupa :
a) Berdasarkan nilai raport
kelas VII, membuat kelompok belajar dengan membagi siswa berkemampuan tinggi,
sedang dan rendah.
b) Mengatur jumlah jenis
kelamin pada tiap kelompok.
c) Menyusun RP yang sesuai
dengan sub konsep (KD).
d) Membuat LKS sesuai dengan
KD.
e) Membuat penilaian kinerja
dan penilaian produk yang sesuai dengan LKS.
f)
Menyiapkan alat dan bahan seperti pada Lembar Kerja Siswa.
2) Pelaksanaan
a) Persiapan sebelum mengajar
(1)
Membagi siswa dalam kelompok dengan membagi rata antara siswa
berkemampuan tinggi, sedang dan rendah.
(2)
Menyiapkan alat dan bahan yang sesuai dengan LKS.
b) Kegiatan Belajar Mengajar
(1)
Kegiatan pendahuluan
(2)
Kegiatan inti
(3)
Kegiatan akhir
3) Pengamatan
Pelaksanaan
pengamatan melibatkan kolaborator yang bertugas memantau kesesuaian pelaksanaan
pembelajaran dengan yang direncanakan.
4) Refleksi
Dari hasil
pengamatan selama proses pembelajaran, setelah diberikan perlakuan-perlakuan
pada siklus I dilakukan refleksi dan selanjutnya ditindak lanjuti dengan siklus
II
b.
Siklus II
Siklus II ini
dilakukan sebagai kelanjutan dari siklus I, karena siklus I dimungkinkan masih
banyak kekurangan atau kelemahan.
Tindakan yang harus dilakukan pada siklus II adalah sebagai berikut :
1) Refleksi awal
a) Dalam refleksi awal guru
mengelola dan mengatur kegiatan siswa dalam berdiskusi dan berkelompok
b) Meneliti keahlian siswa
dalam mengajukan pertanyaan, ide dan gagasan antar anggota kelompok.
c) Meneliti penguasaan materi
siswa dan kerjasamanya dalam kelompok.
2) Perencanaan
Pada siklus II
ini, guru menyusun Rencana Pelajaran (RP) sesuai dengan hasil refleksi siklus
I. Pelaksanaan pada siklus II ini, guru menyusun RP sesuai dengan hasil
refleksi siklus I.
a) Persiapan sebelum mengajar
Menyiapkan LKS
dan alat/bahan yang sesuai dengan LKS.
b) Kegiatan Belajar Mengajar
(1)
Pendahuluan
Guru
menyampaikan apersepsi, motivasi, konsep yang akan dipelajari dan tujuan
pembelajaran.
(2)
Kegiatan Inti
Guru mengatur
posisi tempat duduk siswa dengan berkelompok atau membimbing siswa dalam
mengerjakan LKS.
(3)
Kegiatan Akhir
Setelah
selesai praktikum dan mengerjakan LKS siswa melakukan kegiatan presentasi. Guru
membimbing dan memberi penghargaan pada hasil belajar siswa.
3) Pengamatan
Pelaksanaan
melibatkan kolaborator yang bertugas memantau kesesuaian pelaksanaan
pembelajaran yang direncanakan.
4) Refleksi
Dengan
melaksanakan tindakan siklus II ini peneliti mengambil kesimpulan.
H.
ANALISIS DATA
Data yang
terkumpul pada tiap siklus dianalisis. Data yang terkumpul bersifat kualitatif
dan kuantitatif yang terdiri dari :
1.
Temuan-temuan refleksi awal.
2.
Hasil penilaian proses.
3.
Hasil ulangan harian.
4.
Angket siswa.
I.
KAJIAN PUSTAKA
1.
Pengertian Mata Pelajaran Biologi
Mata pelajaran
Biologi adalah salah satu mata pelajaran sains yang dapat mengembangkan
kemampuan berpikir analistis, deduktif dengan menggunakan berbagai peristiwa
alam dan penyelesaian masalah baik secara kualitatif maupun kuantitatif.
2.
Fungsi dan Tujuan Mata Pelajaran Biologi
a.
Menanamkan keyakinan terhadap kebesaran Tuhan Yang Maha Esa.
b.
Memupuk sikap ilmiah.
c.
Menerapkan metode ilmiah melalui percobaan atau eksperimen.
d.
Mengembangkan kemampuan berfikir analisis, deduktif dengan
berbagai konsep biologi.
3.
Hakekat Belajar Sains
Hakekat
belajar sains adalah mengembangkan sejumlah kompetensi adaptif yang terkait
dengan perubahan kondisi kini dan masa depan.
J.
JADWAL PENELITIAN TINDAKAN
KELAS
No
|
Uraian Kegiatan
|
Pebruari 2009
|
Maret
|
Ket.
|
||||||
1
|
2
|
3
|
4
|
1
|
2
|
3
|
4
|
|||
1
|
Persiapan
|
V
|
||||||||
2
|
Pembuatan
Proposal
|
V
|
||||||||
3
|
Perencanaan
|
V
|
||||||||
4
|
Siklus I
|
V
|
||||||||
5
|
Refleksi dan
Analisis
|
V
|
V
|
|||||||
6
|
Siklus II
|
V
|
||||||||
7
|
Refleksi dan
Analisis
|
V
|
V
|
|||||||
DAFTAR PUSTAKA
Depdikbud (1993), Garis-Garis Besar Program Pengajaran (GBPP) SLTP Mata
pelajaran Biologi, Jakarta:
Depdikbud
Depdikbud (1999), Kamus Besar Bahasa Indonesia,
Jakarta: Balai
Pustaka
Ibrahim, Muslimin, dkk (2000), Pembelajaran Kooperatif, Surabaya: Pusat Sains dan Matematika Sekolah
Program Pasca Sarjana Unesa
Nur Muhammad (2003), Contoh Silabus Kurikulum Berbasis Kompetensi, Surabaya: Pusat Sains dan
Matematika Sekolah Program Pasca Sarjana Unesa
Soetarmi Sitti (1994), Buku Pelajaran SMU Biologi Jilid 2A, Jakarta: Airlangga
Sumarman (1999), IPA Biologi SLTP Kelas 2, Jakarta: Airlangga
Tidak ada komentar:
Posting Komentar