BAB III
METODE PENELITIAN
1. Setting Penelitian
Penelitian ini dilakukan di SD Katolik “ Santo Yohanes “ terletak di Jl. Sriwijaya
Purwodadi – Kecamatan – Donomulyo Kabupaten Malang, di bawah naungan UPTD
Kecamatan Donomulyo, tempat di mana peneliti melaksanakan tugas sebagai guru Kelas
VI. Dalam pelaksanaan penelitian ini, peneliti menggunakan siswa kelas VI pada
tahun pelajaran 2011 / 2012 jumlah siswa di kelas ini 11 orang.
SD Katolik “ Santo Yohanes “ terletak di daerah pedesaan, dimana para
siswa berasal dari warga sekitar. Siswa yang masuk sekolah ini rata-rata
berasal dari latar belakang keluarga, dan prestasi input yang berbeda-beda.
Perbedaan latar belakang keluarga dan prestasi input akan ikut mempengaruhi
motivasi keberhasilan belajar siswa, misalnya tingkat pendidikan dan pekerjaan
orang tua, dan berbagai alasan masuk sekolah di sekolah ini.
Pelaksanaan kegiatan penelitian ini dilakukan pada setiap hari Selasa, dan Jumat selama bulan Oktober 2009.
1.
Persiapan Penelitian
a.
Menginformasikan dan mengkonsultasikan rencana penelitian ini
kepada Kepala Sekolah.
b.
Observasi Siswa.
c.
Menyiapkan informasi dan melihat dokumen nilai IPS.
d.
Menyiapkan dan memberikan arahan media pembelajaran yang sesuai dengan kegiatan
pembelajaran yang benar.
e.
Menyiapkan angket kesulitan belajar.
2.
Siklus Penelitian I

Plan
![]() |
|||
![]() |
|||

Action
/
Observation


Plan
![]() |
|||

Action
/
Observation
Dan
Seterusnya
Siklus Penelitian model Classroom
Action Research Kemmis & Taggart.
Pada tahap ini
dilakukan sejumlah kegiatan, antara lain :
a.
Perencanaan :
Ø Pengumpulan data awal,
terutama berkaitan dengan data siswa yang mengalami kesulitan pemanfaatan media
pembelajaran pada mata pelajaran IPS.
Ø Konsultasi dengan Kepala
Sekolah .
Ø Menyiapkan media pembelajaran
yang sesuai dengan bahan pembelajaran.
Ø Menyiapkan angket /
instrumen motivasi belajar mata pelajaran IPS.
b.
Pelaksanaan
Sesuai dengan
rencana tindakan yang telah ditentukan dalam penelitian pembelajaran.
Penelitian ini dilaksanakan ketika waktu Kegiatan Belajar Mengajar (KBM)
berlangsung di kelas dan atau di luar kelas.
c.
Pengamatan
Untuk mendapatkan
informasi yang lengkap tentang aktivitas siswa dan guru selama proses
pembelajaran berlangsung. Berdasarkan pengidentifikasian siswa yang bermasalah
dalam mata pelajaran IPS, diberikan informasi bimbingan belajar mengenai media
pembelajaran yang benar, diadakan
ulangan IPS lalu dilihat hasil ulangan. Sebagai evaluasi, peneliti mengadakan
kolaborasi dengan guru mata pelajaran lainnya untuk mengetahui faktor
hambatannya.
d.
Refleksi
Refleksi
dilakukan sebagai umpan balik (feed back).
Untuk memperbaiki dalam pembelajaran pada siklus-siklus berikutnya tujuannya
mencari kelemahan dan kekurangan pembelajaran untuk diperbaiki dan
disempurnakan dalam pembelajaran berikutnya. Pada tahap ini kegiatan difokuskan
pada menganalisis, menjelaskan dan menyimpulkan berdasarkan pada pelaksanaan
pembelajaran yang telah dilakukan pengamatan selama pembelajaran berlangsung.
4. Siklus Penelitian II
a.
Perencanaan
Ø Mengevaluasi kembali hasil
siklus pengamatan I.
Ø Memberikan lagi media
pembelajaran yang lain serta memotivasi siswa.
Ø Menemukan faktor-faktor
penyebab masalah.
b.
Pelaksanaan
Penelitian
terus menerus saat Kegiatan Belajar Mengajar berlangsung dan berkolaborasi
dengan guru mata pelajaran IPS yang lain.
c.
Pengamatan
Mengulangi
lagi kegiatan yang sama pada siklus I yaitu pengidentifikasian siswa yang
bermasalah dalam mata pelajaran IPS, diberikan informasi atau pengarahan mengenai
media pembelajaran yang tepat dan lebih mantap dengan diadakan ulangan IPS.
Sebagai evaluasi, peneliti mengadakan kolaborasi dengan guru mata pelajaran IPS
yang lain untuk mengetahui faktor pendukungnya.
5. Instrumen Penelitian
Untuk mendapatkan data yang diperlukan dalam penelitian kelas ini, maka
diperlukan instrumen sebagai bahan pengumpulan data informasi baik dari siswa
maupun dari guru. Instrumen yang dimaksud meliputi : 1) lembar daftar prestasi siswa,
2) angket siswa, angket siswa ini
untuk menjaring pelaksanaan penggunaan media pembelajaran di sekolah, motivasi
siswa baik motivasi instrinsik maupun motivasi ekstrinsik termasuk di dalamnya
sejumlah faktor yang berpengaruh terhadap keberhasilan prestasi siswa dan 3) pedoman wawancara.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar