BAB I
PENDAHULUAN
1. Latar Belakang
Pengajaran yang efektif berlangsung dalam suatu proses berkesinambungan,
terarah berdasarkan perencanaan yang matang. Proses pengajaran itu dilandasi oleh prinsip-prinsip
yang fundamental yang akan menentukan apakah pengajaran itu berlangsung secara
wajar dan berhasil, untuk itu pertanyaan yang mendasar adalah apakah siswa yang
sedang belajar mempunyai motivasi yang kuat mendorongnya untuk melakukan
perbuatan belajar.
Pengajaran tradisional menitikberatkan pada metode imposisi, yaitu
pengajaran dengan cara menuangkan hal-hal yang dianggap penting oleh guru bagi
siswanya. Cara ini tidak mempertimbangkan apakah bahan pelajaran yang diberikan
sesuai atau tidak dengan kesanggupan-perkembangan, minat-motivasi, kebutuhan,
serta pemahaman siswa. Sejak adanya penemuan dan perkembangan ilmu pengetahuan
khususnya dalam bidang psikologi, maka pandangan tersebut kemudian berubah.
Faktor siswa justru menjadi unsur yang menentukan berhasil tidaknya pengajaran
yang disampaikan oleh guru. (Hamalik, 2001:157)
Sejalan dengan pendapat di atas, maka perlu kiranya dalam rangka usaha
meningkatkan keberhasilan dan kualitas
pendidikan, diperlukan adanya usaha peningkatan sumber daya manusia
(SDM) guru. Dengan berkualitasnya guru dalam memodifikasi pengajarannya di
kelas dimungkinkan akan berdampak positif terhadap keberhasilan dan kualitas
siswa.
Media pembelajaran merupakan salah satu sarana yang penting diadakan di
sekolah. Pengalaman menunjukkan bahwa kegagalan yang dialami siswa dalam belajar
tidak selalu disebabkan oleh kebodohan atau rendahnya inteligensi mereka.
Sering kegagalan itu juga disebabkan oleh sejumlah faktor diantaranya :
rendahnya minat belajar yang disebabkan kurangnya motivasi belajar, faktor guru
misalnya guru mengajar bukan bidangnya, metode yang dipakai dalam pengajaran,
faktor fisik dan psikhis siswa, kurangnya siswa untuk mendapatkan layanan
pembelajaran yang memadai, juga kurang tersedianya media pembelajaran yang
diperlukan. (Bendot, 2004:34)
Ruang gerak dan kesempatan bagi para guru untuk meningkatkan kualitas
pembelajaran dan pengembangan diri sendiri secara professional sesungguhnya
lebih terbuka. Salah satu peran guru adalah bagaimana mereka dapat mencerdaskan
dan mempersiapkan masa depan anak melalui kegiatan yang benar-benar kreatif dan
menyenangkan.
Di lapangan menunjukkan terdapat ada beberapa mata pelajaran yang
dianggap menjadi mata pelajaran yang menakutkan. Mata pelajaran yang dianggap menakutkan
itu diantaranya adalah mata pelajaran Bahasa Inggris, Matematika, Bahasa
Indonesia, dan IPA, namun tidak kalah penting IPS juga merupakan salah satu
penentu keberhasilan siswa. Maka dari itu dalam penelitian ini penulis ingin
mencari jawaban tentang implementasi media pembelajaran terhadap peningkatan
motivasi belajar IPS kelas VI di SD Katolik
“ Santo Yohanes “ Purwodadi – Purworejo
– Malang – Selatan .
2. Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang di atas dapat dirumuskan masalah
penelitian sebagai berikut :
a.
Bagaimana tanggapan siswa terhadap implementasi media
pembelajaran di kelas VI ?
b.
Bagaimana usaha-usaha siswa untuk meningkatkan motivasi
belajar IPS di kelas VI ?
c.
Faktor-faktor apa sajakah yang ikut mempengaruhi peningkatan
motivasi belajar IPS di kelas VI ?
3. Tujuan Penelitian
Sesuai dengan rumusan masalah di atas, maka tujuan penelitian ini adalah
:
a.
Ingin mengetahui tanggapan siswa terhadap implementasi media
pembelajaran di kelas VI.
b.
Ingin mengetahui usaha-usaha siswa untuk meningkatkan
motivasi belajar IPS di kelas VI.
c.
Ingin mengetahui faktor-faktor apa saja yang ikut mempengaruhi
peningkatan motivasi belajar IPS di kelas VI.
4. Manfaat Hasil
Penelitian
a.
Bagi Sekolah :
Ø Dapat digunakan sebagai
timbal balik dan usaha peningkatan mutu sekolah dan siswa.
Ø Memberikan layanan,
pemahaman, dan solusi bagi siswa yang mengalami kesulitan belajar IPS
Ø Mampu menyediakan media
pembelajaran yang diperlukan dalam kegiatan pembelajaran di kelas.
b.
Bagi guru IPS
Ø Lebih memahami
permasalahan media pembelajaran dalam rangka penyesuaian proses pembelajaran
agar lebih bermakna.
Ø Dapat menjadikan umpan
balik yang positif dalam pengajaran IPS di kelas.
c.
Bagi Siswa :
Dapat
memberikan gambaran tentang bagaimana cara belajar IPS yang benar serta
mengetahui faktor-faktor yang ikut mempengaruhinya sehingga siswa dapat belajar
dengan tepat dan mudah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar