Senin, 18 Maret 2013

PTK IPS; Motivasi Belajar Bab I


BAB  I
PENDAHULUAN

1. Latar Belakang
Pengajaran yang efektif berlangsung dalam suatu proses berkesinambungan, terarah berdasarkan perencanaan yang matang. Proses  pengajaran itu dilandasi oleh prinsip-prinsip yang fundamental yang akan menentukan apakah pengajaran itu berlangsung secara wajar dan berhasil, untuk itu pertanyaan yang mendasar adalah apakah siswa yang sedang belajar mempunyai motivasi yang kuat mendorongnya untuk melakukan perbuatan belajar.
Pengajaran tradisional menitikberatkan pada metode imposisi, yaitu pengajaran dengan cara menuangkan hal-hal yang dianggap penting oleh guru bagi siswanya. Cara ini tidak mempertimbangkan apakah bahan pelajaran yang diberikan sesuai atau tidak dengan kesanggupan-perkembangan, minat-motivasi, kebutuhan, serta pemahaman siswa. Sejak adanya penemuan dan perkembangan ilmu pengetahuan khususnya dalam bidang psikologi, maka pandangan tersebut kemudian berubah. Faktor siswa justru menjadi unsur yang menentukan berhasil tidaknya pengajaran yang disampaikan oleh guru. (Hamalik, 2001:157)
Sejalan dengan pendapat di atas, maka perlu kiranya dalam rangka usaha meningkatkan keberhasilan dan kualitas  pendidikan, diperlukan adanya usaha peningkatan sumber daya manusia (SDM) guru. Dengan berkualitasnya guru dalam memodifikasi pengajarannya di kelas dimungkinkan akan berdampak positif terhadap keberhasilan dan kualitas siswa.
Media pembelajaran merupakan salah satu sarana yang penting diadakan di sekolah. Pengalaman menunjukkan bahwa kegagalan yang dialami siswa dalam belajar tidak selalu disebabkan oleh kebodohan atau rendahnya inteligensi mereka. Sering kegagalan itu juga disebabkan oleh sejumlah faktor diantaranya : rendahnya minat belajar yang disebabkan kurangnya motivasi belajar, faktor guru misalnya guru mengajar bukan bidangnya, metode yang dipakai dalam pengajaran, faktor fisik dan psikhis siswa, kurangnya siswa untuk mendapatkan layanan pembelajaran yang memadai, juga kurang tersedianya media pembelajaran yang diperlukan. (Bendot, 2004:34)
Ruang gerak dan kesempatan bagi para guru untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan pengembangan diri sendiri secara professional sesungguhnya lebih terbuka. Salah satu peran guru adalah bagaimana mereka dapat mencerdaskan dan mempersiapkan masa depan anak melalui kegiatan yang benar-benar kreatif dan menyenangkan.
Di lapangan menunjukkan terdapat ada beberapa mata pelajaran yang dianggap menjadi mata pelajaran yang menakutkan. Mata pelajaran yang dianggap menakutkan itu diantaranya adalah mata pelajaran Bahasa Inggris, Matematika, Bahasa Indonesia, dan IPA, namun tidak kalah penting IPS juga merupakan salah satu penentu keberhasilan siswa. Maka dari itu dalam penelitian ini penulis ingin mencari jawaban tentang implementasi media pembelajaran terhadap peningkatan motivasi belajar IPS kelas VI  di SD Katolik “ Santo Yohanes “  Purwodadi – Purworejo – Malang – Selatan  .

2. Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang di atas dapat dirumuskan masalah penelitian sebagai berikut :
a.      Bagaimana tanggapan siswa terhadap implementasi media pembelajaran di kelas VI ?
b.      Bagaimana usaha-usaha siswa untuk meningkatkan motivasi belajar IPS di kelas VI ?
c.      Faktor-faktor apa sajakah yang ikut mempengaruhi peningkatan motivasi belajar IPS di kelas VI ?

3. Tujuan Penelitian
Sesuai dengan rumusan masalah di atas, maka tujuan penelitian ini adalah :
a.      Ingin mengetahui tanggapan siswa terhadap implementasi media pembelajaran di kelas VI.
b.      Ingin mengetahui usaha-usaha siswa untuk meningkatkan motivasi belajar IPS di kelas VI.
c.      Ingin mengetahui faktor-faktor apa saja yang ikut mempengaruhi peningkatan motivasi belajar IPS di kelas VI.

4. Manfaat Hasil Penelitian
a.      Bagi Sekolah :
Ø  Dapat digunakan sebagai timbal balik dan usaha peningkatan mutu sekolah dan siswa.
Ø  Memberikan layanan, pemahaman, dan solusi bagi siswa yang mengalami kesulitan belajar IPS
Ø  Mampu menyediakan media pembelajaran yang diperlukan dalam kegiatan pembelajaran di kelas.
b.      Bagi guru IPS
Ø  Lebih memahami permasalahan media pembelajaran dalam rangka penyesuaian proses pembelajaran agar lebih bermakna.
Ø  Dapat menjadikan umpan balik yang positif dalam pengajaran IPS di kelas.
c.      Bagi Siswa :
Dapat memberikan gambaran tentang bagaimana cara belajar IPS yang benar serta mengetahui faktor-faktor yang ikut mempengaruhinya sehingga siswa dapat belajar dengan tepat dan mudah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar